Just another WordPress.com site

MANFAAT MUSIK UNTUK MANUSIA

Sebuah studi neuroscience menyatakan bahwa musik dapat menciptakan Efek Kenny Rogers, yaitu efek menyembuhkan terhadap stroke dan bahkan gampang jantungan. Pasien-pasien stroke yang tadinya bahkan tidak bisa berbicara kini dapat kembali berbicara dengan sehat!

Terapi intonasi melodik, atau bernyanyi hingga kau dapat berbicara kembali, adalah sebuah terapi yang mengambil keuntungan dari fakta bahwa pemroses pembicaraan anda ada di otak sebelah kiri, tapi musik bermain di otak sebelah kanan anda. Untungnya, otak sebelah kanan anda pun dapat dilatih untuk fungsi berbicara!

Mendengarkan musik yang menyenangkan juga melepaskan hormon dopamine yang menimbulkan rasa senang bagi otak, dan mempercepat efek dari terapi ini.

Ternyata, mendengarkan musik yang dapat membuat anda kecanduan (suka mendengar musik itu), dapat membuat anda terdistraksi dari kecanduan anda selama ini. Mendengar musik bahkan telah teruji untuk mengobati pasien-pasien kecanduan ganja dan obat-obatan.

Mendengarkan musik juga dapat membantu mempercepat proses detoksifikasi ketika rehab narkoba, dan jika dilakukan secara sering bahkan dapat mengurangi sakaw.

Musik secara langsung mempengaruhi transmitter neuron di kepala kita. Narkoba bekerja dengan cara yang sama, hanya saja mereka membuat otak anda menjadi malas untuk memproduksi bahan-bahan kimia baru. Ketika anda mencoba menstop kecanduan ini, otak anda menjadi bingung karena tidak ada suplai bahan-bahan kimia tadi. Musik merangsang otak menciptakan bahan-bahan kimia tersebut, seperti dopamine dan norepinephrine.

Mungkin sudah bukan kejutan lagi bagi anda bahwa musik dapat memperkuat sistem imun. Bahkan, musik dapat menmbantu menyembuhkan beberapa kondisi, seperti serangan jantung, penyakit paru-paru dan demam biasa.

Caranya, pertama musik dapat menurunkan level cortisol di darah, yaitu hormon yang menyebabkan stress. Yang diutamakan untuk proses menurunkan cortisol ini adalah jazz, bluegrass dan soft rock.

Setelah itu, musik pun menambah tanda-tanda imunitas di dalam tubuh kita, menciptakan lebih banyak lagi antibodi untuk melawan penyakit. Seiring dengan jalannya waktu, tubuh anda akan menyadari berbagai jenis musik (seperti choir atau musik klasik) dan jika dosisnya ditambah akan membantu menaikkan jumlah antibodi di tubuh.

Baru-baru ini ada studi yang menunjukkan bahwa musik yang diciptakan oleh Mozart yang dimainkan lewat piano dapat membantu mengurangi kejang dalam waktu 5 menit. Efek ini juga tampak di pasien-pasien koma.

Eksperimen dengan musik-musik lain hingga saat ini masih sedikit dilakukan, tapi tampaknya memang ada korelasi antara musik piano dan otak kita.

Diteorikan bahwa konstruksi otak kita secara langsung beresonansi dengan superioritas dari musik Mozart.

Praktisi medis telah menemukan bahwa musik bahkan dapat membantu pasien dementia (pikun) kelas kakap dan alzheimer. Satu pasien menemukan bahwa lagu Jefferson Starship mengembalikan ingatannya kepada ciuman pertamanya, ketika lagu itu ikut bermain.

Ketika anda mendengarkan musik yang anda tahu, perasaan-perasaan yang terasosiasikan dengan musik tersebut dikembalikan ke hippocampus (bagian di otak). Kadang memori-memori tersebut kembali bahkan dengan perasaan-perasaan yang relevan (seperti rasanya terjerembab di tanah ketika konser Trivium atau perasaan kecopetan ketika mendengarkan Lisa Ono).

Bahkan jika memori tidak kembali, emosi dan sikap ketika mendengarkan musik itu dapat dikembalikan.

Musik dapat membuat anda lebih pintar…tanpa belajar. Musik Mozart diketahui dapat menaikkan analisis spatial anda hingga sama dengan 9 poin IQ, dan angka itu bahkan adalah rata-rata, artinya ada orang yang mendapat lebih dari itu.

Mungkin tidak terlalu banyak, tapi kenaikan itu dapat dilihat di kehidupan sehari-hari nantinya.

Musik Mozart dapat menaikkan fokus terhadap sesuatu, yang akhirnya meningkatkan konsentrasi anda dan berujung pada naiknya kemampuan analisis spatial anda.

Efek yang dapat dilihat dari penyembuhan asal musik ini bahkan dapat terlihat secara instan. Contohnya adalah Randy Gedaliah, seorang pasien yang didiagnosis dengan Parkinson pada 2003 dan menemukan bahwa dia sering kejang, kadang kehilangan keseimbangan dan ototnya terkunci. Satu hari, ketika ia sedang mendengarkan musik, ia menemukan bahwa efek-efek Parkinson hilang seketika dan ia kembali dapat berjalan dengan normal.

Lucunya, tipe musik yang ia dengarkan mempengaruhi cepat-lambatnya ia berjalan. Musik lambat membuat jalannya menjadi lambat, musik cepat mempercepat jalannya.

Hal ini terjadi karena bagian otak anda yang mengatur ritme dan pergerakan begitu terautomatisasi sehingga berjalan secara sub-conscious (dibawah kesadaran). Musik memiliki ritme, dan pernahkah anda menggerakan lutut anda ke sebuah musik yang enak didengar?

Hal itu terjadi ketika telinga anda mendengar musik dan memprosesnya ke otak, lalu otak memprosesnya kembali menjadi sebuah gerakan di lutut (tapping). Berapa kali ketika anda clubbing anda melempar tangan anda ke udara, mengikuti gerakan musiknya? Itu karena anda bergerak dibawah kesadaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: